Tentang Kami

Filantropi untuk Keadilan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan

 

Lahirnya Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) berawal dari prakarsa sejumlah individu dan lembaga/ organisasi nirlaba yang sejak 2003 merintis Jaringan Prakarsa Penguatan Filantropi di Indonesia, dan telah sepakat untuk melanjutkan serta melembagakan kegiatan bersama dalam wadah perkumpulan.

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) merupakan lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan sektor filantropi di Indonesia agar dapat berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. PFI hadir berawal dari prakarsa sejumlah individu dan lembaga/ organisasi nirlaba yang sejak 2003 merintis jaringan Prakarsa Penguatan Filantropi di Indonesia, yang kemudian bersepakat untuk melanjutkan serta melembagakan kerja-kerja bersama dalam wadah perkumpulan. PFI dimaksudkan untuk memajukan kepentingan para pelaku filantropi, baik yang berasal dari sektor pemberi (grant-maker), pengelola/ penyalur/ perantara (intermediary), maupun mitra pelaksana (implementing partner), dengan mengusung prinsip-prinsip kemitraan, kesetaraan, keberagaman, keadilan, universalitas filantropi dan kebangsaan Indonesia.

RISET & EDUKASI

Mendorong peningkatan pengetahuan lembaga filantropi melalui praktik-praktik baik dan riset berbasis bukti.

KOMUNIKASI & KEMITRAAN

Membangun kemitraan multipihak melalui bentuk-bentuk kolaborasi dan komunikasi yang efektif.

ADVOKASI & FASILITASI

Meningkatkan iklim filantropi yang kondusif melalui proses-proses advokasi dan fasilitasi kebijakan publik.

Visi

Terciptanya solidaritas sejati berdasarkan kemanusiaan untuk mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Misi

Meningkatkan jumlah dan mutu filantropi di Indonesia sebagai sarana untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam pembangunan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui penguatan infrastruktur kelembagaan dan pengembangan peran dan kontribusi sektor filantropi.

GAGASAN PENDIRIAN PFI

  • Bahwa menghargai, mencintai, dan menolong sesama telah menjadi naluri dasar manusia sebagai makhluk sosial. Semua ajaran agama menganjurkan untuk menjalankannya. Dari khasanah kebudayaan berbagai suku dan kelompok masyarakat di Indonesia, kita juga belajar bahwa kedermawanan sosial atau filantropi telah menjadi unsur perekat yang menjaga keutuhan dan keharmonisan sejak lama ;
  • Bahwa sebagian masyarakat di Indonesia telah mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa, namun di sisi lain kesenjangan sosial dan ekonomi antar masyarakat dan antar komunitas juga masih semakin besar;
  • Bahwa potret buram persoalan sosial dan lingkungan di Indonesia dewasa ini membutuhkan filantropi sebagai potensi yang ada pada sisi manusia dan khususnya bangsa Indonesia, untuk ditransformasikan menjadi sesuatu yang lebih berarti;
  • Bahwa upaya mengembangkan potensi filantropi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak mungkin dilakukan oleh orang-perseorangan, maupun oleh satu-dua kelompok atau organisasi saja. Tantangan masalah yang terlalu besar, belum adanya infrastruktur kelembagaan dan kebijakan yang mendukung, semua itu mendorong perlu adanya upaya-upaya efektif dan terarah dari berbagai komponen pelaku dan pendukung filantropi di Indonesia untuk menghimpun, menyatukan dan memperkuat gerak langkah bersama masyarakat sipil dalam menghadapai tantangan pembangunan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan di negeri ini.

TUJUAN

  1. Menjadi wadah komunikasi dan konsultasi para pelaku filantropi dalam menghadapi dan mencari solusi bagi masalah-masalah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan di Indonesia.
  2. Menumbuh kembangkan sifat, semangat, dan etika filantropi/ kedermawanan sosial di berbagai kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia melalui berbagai media dan sarana yang tersedia.
  3. Meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi organisasi pelaku filantropi.
  4. Menumbuhkan rasa saling percaya, solidaritas, dan kerja sama yang sehat dan membangun diantara para pelaku dan lembaga filantropi di Indonesia.
  5. Menjadi mitra yang dipercaya oleh pemerintah dan sektor usaha dalam menjalankan pembangunan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan di Indonesia.

PRINSIP

  1. Filantropi menjembatani akses terhadap masyarakat yang membutuhkan sumber daya agar dapat meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. Setiap pelaku filantropi menghargai keberagaman yang hidup dalam masyarakat : budaya, agama, dan keyakinan, suku bangsa, cara pandang, dan lain sebagainya.
  3. Keadilan gender. Filantropi yang dilaksanakan memperhatikan kebutuhan dan kecenderungan gender yang berbeda dan menempatkannya dalam perspektif kesetaraan.
  4. Universal dan non-partisan. Filantropi tidak membeda-bedakan latar belakang penerima maupun pemberi dan dijaga agar tidak menjadi alat politik untuk kepentingan kelompok atau aliran tertentu.
  5. Kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan individu dan kelompok