Pertemuan Daring “Respon Filantropi Menghadapi Pandemi COVID-19 di Indonesia”

Pertemuan Daring “Respon Filantropi Menghadapi Pandemi COVID-19 di Indonesia”

Pertemuan Daring “Respon Filantropi Menghadapi Pandemi COVID-19 di Indonesia”

Jakarta — Di tengah Pandemi COVID-19 yang sedang mewabah, banyak organisasi sosial yang menggerakkan berbagai program filantropi dan kepedulian untuk sesama, bagi elemen yang menangani langsung maupun tidak. Mulai dari penggalangan dana (fundraising), perekrutan kerelawanan dalam pengelolaan program hingga beragam kerjasama antar multisektor yang dijalin sebagai respon tanggap darurat wabah ini.

Hal ini yang mendasari dilakukannya pertemuan daring oleh Filantropi Indonesia bersama para anggota dan mitra melalui aplikasi Zoom Meeting pada tanggal 2 April 2020, yang didukung asistensi oleh ICTHelp. Pertemuan daring tersebut membahas bagaimana memperkuat koordinasi juga sinergi antar lembaga filantropi dan pemerintah serta sektor lainnya sebagai respon penanganan pandemi COVID-19 serta dampak sosialnya. Selain itu, beberapa anggota dan mitra diberikan kesempatan untuk sejauh mana respon tanggap darurat organisasinya maupun tanggapan kerjasama yang dapat disampaikan, baik melalui presentasi ataupun tertulis dalam aplikasi daring tersebut.

Selama pertemuan berlangsung, antusiasme para anggota dan mitra begitu tinggi serta pemaparan inisiatif program yang diberikan begitu inovatif, saling menginspirasi baik dari segi dampak sosial hingga cakupan wilayah penerima manfaat. Para anggota dan mitra juga berperan aktif dalam kerjasama dan membantu pemerintah atau sektor lainnya seperti BNPB Pusat maupun daerah, RS rujukan COVID-19, perusahaan swasta, lembaga indipenden dan sebagainya.

Namun, dalam diskusi berdurasi 2 jam ini, melalui riset Filantropi Indonesia dan paparan para anggota serta mitra menemukan beberapa kesulitan seperti kurangnya jaminan sosial untuk relawan yang terjun langsung ke lapangan, distribusi sumbangan yang tidak lancar/cenderung menumpuk di suatu wilayah, akses pelayanan kesehatan dan uji tes yang terlalu berpusat sampai kesadaran masyarakat akan pentingnya higienitas masih rendah. Faktor-faktor diatas dapat menilai bagaimana dan sejauh apa kesiapan Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 ini. Kedepannya, diharapkan kesulitan yang ditemukan dapat memiliki solusi maupun langkah konkrit agar kepedulian yang telah terkumpul dapat tersalurkan secara terarah.