PFI dan MPN Perkuat Kolaborasi Filantropi Indonesia–Malaysia

KUALA LUMPUR, 13 Oktober 2026 — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bersama Malaysian Philanthropy Network (MPN) memperkuat pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi lintas negara melalui Malaysia–Indonesia Philanthropy Knowledge Exchange yang diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 13 Oktober 2026. Pertemuan yang diinisiasi oleh MPN dan didukung oleh Yayasan PETRONAS sebagai tuan rumah ini mempertemukan para pemimpin dan praktisi filantropi dari Indonesia dan Malaysia untuk membahas peran filantropi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Forum ini mengangkat dua isu strategis, yaitu konservasi lingkungan dan aksi iklim berbasis masyarakat serta penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan siap menghadapi masa depan. Kedua isu tersebut menjadi ruang untuk berbagi perspektif mengenai pendekatan program, strategi pendanaan, dan kemitraan lintas sektor yang dapat memperluas dampak filantropi.

Filantropi untuk Konservasi dan Ketahanan Iklim

Dalam sesi Spotlight on Environment bertajuk “Philanthropy for Climate and Nature: Scaling Community-Led Conservation and Resilience”, Mohamad Rizal Algamar, Ketua Badan Pengurus PFI, bersama Hajjah Dr. Yatela Zainal Abidin, CEO Yayasan Sime Darby, membahas peran filantropi dalam mendukung konservasi dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

Pembahasan menyoroti pentingnya pendanaan jangka panjang dan fleksibel, penguatan kapasitas organisasi lokal, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat yang bergantung pada hutan, sungai, wilayah pesisir, dan ekosistem lainnya tidak hanya menghadapi risiko lingkungan, tetapi juga memiliki pengetahuan lokal dan peran penting dalam menjaga kelestarian alam.

Filantropi dapat berkontribusi melalui dukungan terhadap inisiatif berbasis masyarakat, pengembangan pendekatan inovatif, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, organisasi konservasi, dan komunitas lokal. Dengan demikian, program konservasi berpeluang berkembang dari intervensi jangka pendek menjadi inisiatif yang berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas.

Membangun Ekosistem Pendidikan yang Inklusif

Selain isu lingkungan, forum ini membahas pendidikan melalui sesi Spotlight on Education: Building Inclusive and Future-Ready Education Ecosystems. Sesi ini menghadirkan Nelly Shariah Francis, CEO Yayasan PETRONAS, dan Dian A. Purbasari, Direktur Bakti Barito Foundation, untuk membahas kontribusi filantropi dalam memperkuat akses dan kualitas pendidikan.

Diskusi menyoroti bahwa dukungan filantropi di bidang pendidikan perlu melampaui pemberian beasiswa dan pembangunan infrastruktur. Investasi pada pengembangan kapasitas guru, kepemimpinan sekolah, sumber belajar, serta keterampilan sains, teknologi, dan digital juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Perhatian terhadap kelompok yang masih menghadapi keterbatasan akses, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal dan peserta didik berkebutuhan khusus, juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif.

Kolaborasi dengan pemerintah, tenaga pendidik, komunitas, dan mitra pelaksana diperlukan agar berbagai inisiatif pendidikan dapat terintegrasi dengan sistem yang ada, diperluas jangkauannya, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Memperluas Peluang Kolaborasi Lintas Negara

Melalui Malaysia–Indonesia Philanthropy Knowledge Exchange, para peserta memperoleh ruang untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan sektor filantropi, tantangan yang dihadapi, serta peluang kerja sama dalam menjawab persoalan pembangunan di kedua negara.

Pertukaran pengetahuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam memperkuat kontribusi filantropi. Dukungan pendanaan yang strategis, pengembangan kapasitas organisasi, kemitraan lintas sektor, dan pemanfaatan praktik baik menjadi aspek penting untuk mendorong keberlanjutan program.

Bagi PFI, keterlibatan dalam forum ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem filantropi Indonesia melalui kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Ke depan, hubungan antara komunitas filantropi Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan kemitraan strategis, khususnya dalam bidang lingkungan dan pendidikan, guna mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Share:

Recomended News

NL images
Mendorong Sinergi Kolektif melalui Revitalisasi Klaster dan Forum Multi-Pihak
PFI Dorong Peran Filantropi sebagai Katalis Pendanaan Iklim melalui Capital Owners & Impact Partners Roundtable
Generation-Restoration-Pict-5
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi di Indonesia

News Update

IMG_9943
Sinergi Hijau Filantropi: Mendorong Kolaborasi untuk Merawat Lingkungan dan Membangun Generasi Peduli
REIN0701
Atasi Fragmentasi Program, MSF Mulai Aksi Kolaboratif Pengentasan Kemiskinan
WhatsApp Image 2026-10-27 at 11.27
Fasilitasi Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan, PFI Raih Mandaya Awards 2026
Get the latest news and updates from us.

Take small steps to inspire change