Makassar, 10 September 2026 — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Chapter Makassar menggelar Members Gathering dengan dukungan Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla. Mengangkat tema “Sinergi Filantropi Makassar: Menyatukan Program, Menguatkan Aksi Kolektif”, kegiatan yang berlangsung di Mercure Hotels Makassar ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan sosial dan pembangunan di Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari beragam sektor, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), lembaga zakat, hingga sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pertemuan tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih terarah.
Mempertemukan Potensi dan Implementasi Filantropi
Koordinator PFI Chapter Makassar, Amir, S.T., M.M., menyampaikan bahwa Members Gathering menjadi kesempatan untuk mempertemukan lembaga yang memiliki sumber daya dan potensi dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman implementasi di lapangan. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta membangun bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
Sementara itu, Irvan Nugraha, Sekretaris Badan Pengurus Harian PFI, dalam keynote speech menekankan pentingnya arah gerak yang terstruktur dalam membangun ekosistem filantropi. PFI memiliki lima klaster utama yang menjadi salah satu pendekatan untuk mengarahkan program kerja, memperkuat sinergi antaraktor, dan merespons berbagai tantangan sosial secara lebih terarah.
Kolaborasi Pentahelix untuk Pembangunan Sulawesi Selatan
Sesi diskusi menghadirkan sejumlah perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, filantropi, dan organisasi masyarakat. Diskusi menghadirkan Plt. Kepala Bappelitbangda Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si.; Ketua Forum CSR Sulawesi Selatan Dr. Ir. H. La Tunreng, M.M., IPU; Corporate Affairs Manager PT Mars Symbioscience Indonesia Venny Johan; serta Deputy Executive Director BaKTI Foundation sekaligus Sub Koordinator PFI Chapter Makassar Zusanna Gosal. Diskusi dipandu oleh Direktur Eksekutif Blue Forest, Rio Ahmad.
Irawan menekankan pentingnya pendekatan pentahelix dalam mendukung perencanaan dan pembangunan daerah. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menjawab persoalan sosial dan pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, CSO, dan sektor swasta melalui aksi kolektif yang terarah dapat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Dari sisi dunia usaha, La Tunreng menjelaskan perkembangan koordinasi pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan melalui Forum Koordinasi TSLP Sulawesi Selatan yang berlandaskan Pergub No. 2 Tahun 2022. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan dan koordinasi berbagai unsur dunia usaha, termasuk perbankan, BUMN, perusahaan swasta, maupun perusahaan lokal, agar pelaksanaan CSR dapat berjalan secara lebih terintegrasi. Forum CSR Sulawesi Selatan sendiri telah melibatkan sekitar 700 perusahaan.
Sektor Swasta sebagai Mitra Keahlian
Sementara itu, Venny Johan membagikan pengalaman PT Mars Indonesia dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang terhubung dengan bidang usaha perusahaan. Beberapa di antaranya mencakup pengelolaan terumbu karang serta pengembangan pusat riset di Pangkep dan Luwu Timur.
Dalam diskusi, Venny menekankan bahwa keterlibatan sektor swasta dalam ekosistem filantropi tidak semata-mata dilihat dari kontribusi pendanaan. Dunia usaha juga memiliki keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dapat dibagikan untuk memperkuat program. Keberlanjutan program juga dapat dibangun melalui transfer pengetahuan serta penguatan peran local hero di tingkat masyarakat.
Menyusun Arah Kolaborasi PFI Chapter Makassar
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya kebutuhan terhadap ruang komunikasi dan kolaborasi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. Zusanna Gosal mengapresiasi antusiasme lembaga, NGO, CSO, dan korporasi yang mengikuti kegiatan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai perspektif, menyatukan arah, dan menyusun langkah bersama untuk memperkuat ekosistem filantropi di Makassar.
Selain diskusi dan sesi tanya jawab, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai program dan klaster PFI yang disampaikan oleh Sonny Sukada, Direktur Eksekutif PFI. Pemaparan tersebut mencakup klaster pendidikan, lingkungan, kesehatan, kemanusiaan dan pembangunan, serta pendanaan inovatif.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, peserta mendorong keberlanjutan komunikasi dan kolaborasi melalui pengembangan inisiatif klaster di tingkat Chapter. Beberapa isu yang dinilai dapat menjadi fokus awal antara lain pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk membangun agenda bersama sekaligus membuka ruang bagi pertemuan dan kolaborasi lanjutan antaranggota dan mitra PFI Chapter Makassar.






