International Women’s Day 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Akses Keterampilan dan Keadilan Kerja bagi Perempuan

Dalam rangka memperingati International Women’s Day 2026, berbagai organisasi dan pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul dalam forum bertajuk “Rights to Skills, Justice at Work: From Policy to Action in Women’s Vocational Empowerment”. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat akses perempuan terhadap pendidikan vokasi, keterampilan kerja, serta peluang ekonomi yang lebih setara dan berkelanjutan.

Forum yang melibatkan BIRU, Yayasan PLUS, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) ini menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam dunia kerja, khususnya terkait akses terhadap pekerjaan berketerampilan tinggi dan pelatihan vokasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada tahun 2024 tercatat sebesar 56,42%, masih jauh di bawah laki-laki yang mencapai 84,66%. Selain itu, perempuan juga masih menghadapi ketimpangan dalam kualitas pekerjaan dan penghasilan, dengan rata-rata upah sekitar 17% lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Diskusi dalam kegiatan ini menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja. Melalui penguatan jalur vokasi yang inklusif, perempuan diharapkan memiliki akses lebih besar terhadap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk di sektor berbasis teknologi dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Para peserta juga membahas berbagai hambatan struktural yang masih membatasi partisipasi perempuan, mulai dari norma sosial, keterbatasan akses pelatihan, hingga minimnya dukungan kebijakan dan lingkungan kerja yang inklusif. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara dunia usaha, lembaga filantropi, institusi pendidikan, dan pemerintah untuk menghadirkan solusi yang implementatif dan berkelanjutan.

Melalui momentum International Women’s Day 2026, forum ini mendorong lahirnya komitmen aksi kolektif untuk memperluas akses perempuan terhadap pendidikan vokasi, memperkuat keterampilan kerja, serta meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pekerjaan berketerampilan tinggi.

Sebagai bagian dari ekosistem filantropi dan pemberdayaan sosial di Indonesia, PFI turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil, aman, dan inklusif bagi perempuan. Upaya memperkuat hak perempuan atas keterampilan dan pekerjaan yang layak dinilai bukan hanya penting bagi individu, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Share:

Recomended News

SITREP Siaga COVID-19 laz harfa
SITREP Siaga COVID-19 LAZ Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) per 7 April 2020
Screenshot 2025-10-10 183012
Dorong Pendekatan Sistemik dalam Kepemimpinan Sekolah Melalui Forum Berbagi Internasional
DSC_0217
Memperkuat Budaya Filantropi: Refleksi Quarterly Forum Badan Kepengurusan Perhimpunan Filantropi Indonesia 2025

News Update

phi bog pak den
Merawat Budaya Filantropi di Era Solidaritas Instan
Town Hall MSF Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan
MSF Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Mendukung Gerakan Indonesia Berdaya
Get the latest news and updates from us.

Take small steps to inspire change