Town Hall MSF Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan

Multi-Stakeholder Forum (MSF) Pengentasan Kemiskinan menyelenggarakan Town Hall pada 29 Mei 2026 sebagai ruang dialog dan refleksi bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor filantropi, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna membangun pemahaman bersama mengenai arah strategis, perkembangan program, serta langkah implementasi MSF ke depan.

Dalam forum ini, MSF memaparkan perjalanan pengembangan inisiatif sejak pembentukannya pada Agustus 2025 oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Forum Zakat (FOZ), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI). Seiring perkembangannya, MSF juga memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Bappenas, Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), dan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), sehingga menghadirkan kolaborasi yang semakin luas dan beragam dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan.

Town Hall menjadi momentum penting untuk menyampaikan kerangka implementasi program MSF yang dibangun melalui serangkaian workshop sektoral dan lintas sektor sejak akhir 2025. Melalui proses tersebut, para anggota dan mitra berhasil menyusun kerangka kolaborasi yang mengintegrasikan enam area prioritas, yaitu pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, iklim dan lingkungan hidup, serta kampanye dan komunikasi.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan hasil field assessment dan rembug desa yang telah dilakukan sebagai dasar penyusunan intervensi program berbasis kebutuhan masyarakat. Menggunakan pendekatan Sustainable Livelihoods Framework (SLF), asesmen dilakukan untuk memahami kondisi desa secara menyeluruh melalui lima aset utama, yaitu aset manusia, sosial, fisik, keuangan, dan alam. Pendekatan ini memungkinkan perancangan program yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan konteks lokal.

Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa setiap desa memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, MSF mengembangkan pendekatan intervensi bertahap yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan desa, mulai dari fase stabilisasi, penguatan, hingga kemandirian. Melalui pendekatan ini, program tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan ketahanan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, MSF juga memperkenalkan Theory of Change sebagai landasan utama implementasi program. Kerangka ini menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan pendekatan terpadu yang menghubungkan berbagai sektor pembangunan dalam satu ekosistem kolaboratif. Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi filantropi, dunia usaha, dan mitra pembangunan lainnya, MSF menargetkan terwujudnya Desa Mandiri yang tangguh, berdaya, dan berkelanjutan.

Town Hall ini menghasilkan pemahaman bersama mengenai arah implementasi program, penguatan komitmen kemitraan, serta kesepakatan untuk melanjutkan proses pengembangan program menuju tahap implementasi pilot. Ke depan, MSF akan melanjutkan proses finalisasi desain program, penguatan kemitraan, mobilisasi sumber daya, serta persiapan pelaksanaan intervensi di desa-desa prioritas.

Melalui semangat gotong royong dan pendekatan collective impact, MSF percaya bahwa pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang terstruktur, berbasis data, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat. Town Hall ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi bersama untuk mewujudkan perubahan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.

Bagikan:

Rekomendasi Berita

13042021-1
Kolaborasi Pentahelix untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan di Indonesia
simbolisasi-Arsitek86
Memasuki 2021, Yayasan Arsitek86 Peduli Menyambut TK Dharma Wanita Klewor dan TK Dharma Wanita Kedungmulyo Sebagai Mitra
feature WGi 2023
Semangat Gotong Royong menjadikan Indonesia sebagai Negara Paling Dermawan Keenam Kalinya di Dunia

Berita Terkini

NL - Share Vers (2026) - 16
Saatnya Memperkuat Ketahanan Iklim yang Inklusif
phi bog pak den
Merawat Budaya Filantropi di Era Solidaritas Instan
Town Hall MSF Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan
Dapatkan berita dan informasi terbaru dari kami

Buat langkah kecil untuk bangkitkan perubahan