Permasalahan utama kesehatan saat ini, seperti yang tergambar di penjelasan sebelumnya, bukan hanya tingginya beban penyakit menular, tetapi juga meningkatnya penyakit tidak menular, lemahnya sistem pembiayaan kesehatan, kesenjangan tenaga medis, serta keterbatasan akses layanan bagi kelompok rentan di daerah terpencil dan 3T. Kelompok disabilitas, masyarakat miskin, ibu hamil, balita, lansia, warga di wilayah terpencil menjadi pihak yang paling dahulu merasakan dampaknya.
Menghadapi pelik dan kompleksnya persoalan kesehatan ini, Klaster Kesehatan PFI sudah mengembangkan pendekatan strategis yang terstruktur melalui empat pilar Philanthropy Hub. Klaster berperan sebagai penggerak konsolidasi isu dan pengetahuan melalui Philanthropy Learning Center, fasilitator kolaborasi multipihak melalui SDG Collaboration Center, ruang dialog kebijakan melalui Research, Publication & Policy Center, serta penggerak kesadaran publik melalui Campaign & Communication Center. Pendekatan ini memastikan setiap intervensi berakar pada data dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.
Klaster Kesehatan PFI juga sudah merumuskan prioritas strategis yang terstruktur dan berbasis data. Work Plan klaster 2026 menempatkan pemetaan profil dan portofolio program, forum pembelajaran bersama dan kampanye tentang TBC, stunting, health lifestyle, mental health, penurunan stigma TBC dan HIV/AIDS, isu kesehatan prioritas lain, penguatan isu akses dan jaminan kesehatan semesta termasuk di wilayah 3T sebagai fokus utama. Di saat yang sama, klaster juga mengembangkan matching fund program kesehatan, pelatihan impact measurement & accountability, digital & AI readiness, dan forum kerja sama penelitian untuk memperkuat keberlanjutan dampak serta membuka peluang kerjasama kemitraan bidang kesehatan dengan berbagai pihak dan sektor.
Sebagai bagian dari transformasi PFI menuju Philanthropy Hub Indonesia, Klaster Kesehatan berfungsi sebagai jantung dan mesin utama organisasi dalam membangun budaya filantropi yang kolaboratif, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada dampak. Klaster ini memastikan filantropi Indonesia tidak hanya berkontribusi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memperkuat sistem kesehatan yang lebih adil, responsif, dan tangguh.
PFI mengajak seluruh anggota dan mitra untuk menjadikan kolaborasi sebagai budaya, inovasi sebagai kebiasaan, dan dampak sebagai tujuan bersama. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan kolektif, Klaster Kesehatan akan menjadi penggerak lahirnya solusi, praktik baik, dan perubahan yang lebih besar bagi Indonesia.




