Jakarta, 24 Juni 2026 – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyelenggarakan Members Gathering Juni 2026 dengan tema “Mendorong Implementasi Rencana Kerja Klaster Filantropi melalui Kolaborasi Anggota” di Aula Buya Hamka, Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan. Forum ini menjadi momentum konsolidasi anggota untuk memperkuat implementasi agenda Klaster Filantropi sekaligus membangun kolaborasi yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.
Members Gathering menjadi bagian dari implementasi Rencana Strategis PFI 2024–2027, setelah proses pembentukan kepemimpinan klaster dan penyusunan rencana kerja periode 2026–2027. Forum ini tidak hanya memperkenalkan arah strategis masing-masing klaster, tetapi juga membuka ruang bagi anggota untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi, berbagi sumber daya, serta membangun komitmen bersama dalam menjalankan program-program prioritas.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Badan Pengurus PFI, Dian A. Purbasari, yang menekankan bahwa klaster merupakan “jantung” pelaksanaan program PFI karena menjadi ruang bagi anggota untuk mengidentifikasi kebutuhan bersama dan membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah. Sementara itu, Bambang Suherman, Anggota Badan Pengurus PFI, menyampaikan context setting mengenai pengembangan klaster sebagai wadah dinamis yang mendorong pertukaran pengetahuan, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor melalui lima kerangka utama, mulai dari penguatan pengetahuan hingga keterlibatan publik.
Pada sesi utama, masing-masing koordinator klaster mempresentasikan rencana kerja tahun 2026 yang mencakup lima klaster, yaitu Pendidikan, Lingkungan, Kesehatan, Kemanusiaan dan Pembangunan, serta Pendanaan Inovatif. Setiap klaster memaparkan fokus program yang dirancang melalui empat pilar utama PFI, yakni Philanthropy Learning Center, Research and Publication Center, Campaign and Communication Center, serta SDGs Collaboration Center. Berbagai agenda yang dipaparkan meliputi penguatan kapasitas anggota, pengembangan kajian dan advokasi kebijakan, kampanye bersama, pengukuran dampak, hingga pengembangan kolaborasi lintas organisasi untuk memperluas dampak sosial.
Setelah pemaparan workplan, peserta mengikuti Speed Networking Session sesuai klaster masing-masing. Dalam sesi ini, anggota mendiskusikan peluang kontribusi, menyampaikan masukan terhadap rencana kerja, menawarkan sumber daya yang dimiliki, serta mengidentifikasi potensi kolaborasi antar lembaga. Diskusi juga menghasilkan berbagai usulan konkret, seperti pengembangan impact measurement bersama, penyusunan publikasi dan strategic paper, pelaksanaan kampanye kolektif, penyelenggaraan learning session, hingga pembentukan jejaring narasumber dan organisasi yang akan menjadi champion pada berbagai program klaster.
Forum ini menghasilkan sejumlah tindak lanjut yang akan menjadi dasar implementasi agenda klaster ke depan. Beberapa di antaranya adalah penyusunan daftar organisasi yang berkomitmen menjadi PIC atau fasilitator pada berbagai program, penguatan mekanisme komunikasi antaranggota, pengembangan alat ukur dampak bersama, penyusunan kalender kampanye lintas anggota, serta pembentukan kelompok kerja (working groups) untuk mengawal implementasi program prioritas di setiap klaster. Selain itu, berbagai masukan dari anggota akan diintegrasikan ke dalam penyempurnaan workplan sehingga pelaksanaan program benar-benar menjawab kebutuhan anggota dan memperkuat kontribusi filantropi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui Members Gathering Juni 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk menjadikan Klaster Filantropi sebagai ruang kolaborasi yang tidak hanya memperkuat jejaring antar anggota, tetapi juga mendorong lahirnya aksi kolektif yang mampu menghasilkan dampak sosial yang lebih luas, terukur, dan berkelanjutan bagi Indonesia.





