Jakarta, 4 Agustus 2026 — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bersama The Bridgespan Group menyelenggarakan Philanthropy Thought Leaders (PTL) #32 bertajuk “Strengthening Nonprofits: Five Shifts Toward a More Resilient Ecosystem” pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Impact Hub, Lippo Thamrin, Jakarta.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari ekosistem filantropi dan sektor nonprofit untuk mendiskusikan bagaimana organisasi nirlaba dapat menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan sosial, ketidakpastian ekonomi, risiko perubahan iklim, serta berkurangnya dukungan pembangunan internasional.
Diskusi PTL #32 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan membahas temuan dari publikasi “Strengthening Nonprofits Across Indonesia, Malaysia, and Singapore” yang dikembangkan oleh The Bridgespan Group. Penelitian tersebut menggali perspektif para pemimpin organisasi nonprofit, pendana, dan organisasi perantara melalui survei, lokakarya, dan wawancara untuk memahami tantangan yang dihadapi organisasi nonprofit di kawasan serta perubahan yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistemnya.
Memperkuat Organisasi Tidak Cukup Hanya dengan Pendanaan
Salah satu pesan penting yang mengemuka dalam forum ini adalah bahwa penguatan organisasi nonprofit tidak cukup dilakukan hanya dengan meningkatkan jumlah pendanaan. Organisasi membutuhkan ekosistem pendukung yang memungkinkan mereka membangun kapasitas, mengembangkan kepemimpinan, memperkuat tata kelola, serta memiliki ruang untuk beradaptasi terhadap perubahan.
Kondisi ini menjadi semakin relevan ketika organisasi nonprofit dituntut untuk menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang lebih besar, sementara pada saat yang sama menghadapi keterbatasan finansial dan kelembagaan. Tantangan lain yang turut disoroti adalah masih terbatasnya akses terhadap pendanaan jangka panjang dan fleksibel, belum optimalnya investasi pada kapasitas organisasi, serta ketimpangan akses dukungan filantropi bagi organisasi akar rumput dan organisasi yang bekerja di luar pusat-pusat perkotaan.
Karena itu, dibutuhkan perubahan dalam cara organisasi nonprofit didanai, dikembangkan, dan didukung. Pendekatan yang lebih berkelanjutan perlu dibangun melalui kepercayaan, kolaborasi, investasi jangka panjang, dan tanggung jawab bersama di antara aktor-aktor dalam ekosistem filantropi.
Mendorong Pendanaan yang Lebih Fleksibel dan Berbasis Kepercayaan
Sesi utama PTL #32 menghadirkan Keeran Sivarajah, Partner, The Bridgespan Group, yang memaparkan publikasi Strengthening Nonprofits Across Indonesia, Malaysia, and Singapore. Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para pemimpin dari sektor filantropi dan nonprofit.
Diskusi menyoroti pentingnya mendorong praktik pendanaan yang lebih suportif, jangka panjang, dan fleksibel. Pendekatan tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi organisasi nonprofit untuk tidak hanya menjalankan proyek jangka pendek, tetapi juga berinvestasi pada penguatan organisasi dan mengembangkan kapasitas yang dibutuhkan untuk mencapai dampak yang lebih berkelanjutan.
Dalam dialog tersebut, turut dibahas berbagai tantangan yang membuat pendana masih sulit menyediakan dukungan jangka panjang dan fleksibel, serta bagaimana pendana, organisasi nonprofit, dan aktor ekosistem lainnya dapat bersama-sama mengatasi hambatan tersebut.
Perspektif mengenai peran filantropi domestik juga menjadi bagian penting dalam diskusi, khususnya di tengah menurunnya bantuan pembangunan internasional dan meningkatnya kebutuhan sosial di Indonesia.
Investasi pada Kapasitas dan Kepemimpinan Organisasi
Penguatan kapasitas organisasi menjadi isu lain yang mendapatkan perhatian. Samantha Susilo, Chief of Party YCAB Foundation, berbagi perspektif mengenai investasi dan sistem pendukung yang memungkinkan organisasi memperluas dampaknya sekaligus membangun ketahanan organisasi.
Diskusi juga mengangkat kesenjangan antara meningkatnya kekayaan filantropi di Asia Tenggara dengan investasi yang masih terbatas pada kapasitas organisasi nonprofit. Para peserta didorong untuk melihat dukungan kepada nonprofit bukan semata sebagai upaya agar organisasi mampu bertahan, tetapi juga sebagai investasi agar organisasi dapat berinovasi dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Patrya Pratama, Executive Director INSPIRASI Foundation, menyoroti pentingnya kolaborasi antara organisasi nonprofit dan pemerintah. Kemitraan lintas sektor yang efektif, fleksibilitas pendanaan, serta penguatan kapasitas menjadi faktor penting agar organisasi dapat merespons kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi pada perubahan yang lebih sistemik.
Membangun Ekosistem yang Lebih Inklusif
PTL #32 menegaskan pentingnya membangun ekosistem nonprofit yang tidak hanya lebih kuat, tetapi juga lebih inklusif. Organisasi akar rumput dan organisasi yang bekerja di luar kota-kota besar masih menghadapi tantangan dalam memperoleh akses terhadap pendanaan yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan perubahan dalam mekanisme dukungan agar kesempatan untuk berkembang tidak hanya tersedia bagi organisasi yang telah memiliki kapasitas dan akses yang lebih besar.
Forum ini melibatkan berbagai aktor, mulai dari organisasi filantropi dan yayasan, organisasi nonprofit dan masyarakat sipil, grantmaker dan donor, organisasi perantara, akademisi, pemerintah, hingga mitra pembangunan. Keragaman peserta diharapkan dapat memperkuat pembelajaran bersama dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem nonprofit yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Bagi PFI, ruang dialog seperti PTL menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat pembelajaran, kolaborasi, dan pertukaran perspektif di dalam ekosistem filantropi Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, penguatan organisasi nonprofit diharapkan dapat bergerak dari pendekatan yang berorientasi pada dukungan jangka pendek menuju hubungan yang lebih setara, berbasis kepercayaan, dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Pada akhirnya, membangun organisasi nonprofit yang tangguh bukan hanya tentang memastikan organisasi mampu menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga memastikan mereka memiliki kapasitas, sumber daya, kepemimpinan, dan ekosistem pendukung untuk terus menciptakan perubahan di masa depan.





