Klaster Pendidikan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI)

Krisis di sektor pendidikan Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data BPS 2025, jumlah anak tidak sekolah usia 7-18 tahun mencapai 2.922.607 anak. Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi hanya 32,89%, jauh di bawah rata-rata dunia 40%, dengan sekitar 289 ribu mahasiswa putus kuliah. Kualitas pembelajaran juga memprihatinkan: 75% anak usia 15 tahun memiliki kemampuan membaca di bawah standar PISA dan 82% kemampuan matematika di bawah level 2. Hasil Asesmen Nasional 2024 menunjukkan capaian kompetensi minimum literasi dan numerasi di bawah 40%. Sementara kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah mencapai 32%

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan bukan hanya soal hadirnya sekolah dan guru, tetapi juga menyangkut ketimpangan kesempatan belajar, kualitas dukungan bagi pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta perlindungan hak anak dalam proses pendidikan. Di banyak wilayah, hambatan ekonomi, sosial, dan geografis masih membuat kelompok rentan paling terdampak. Filantropi perlu bergerak dan merespons kondisi ini bukan hanya dengan bantuan dan penyantunan, tapi juga melalui penguatan ekosistem pembelajaran yang lebih adil dan berkelanjutan.

Klaster Pendidikan PFI berkeyakinan bahwa beragam persoalan tersebut hanya dapat dijawab melalui kolaborasi lintas sektor yang berbasis pengetahuan, data, dan aksi bersama. Karena itu, klaster ini dirancang sebagai ruang penghubung antara anggota, komunitas, dunia pendidikan, pemerintah, dan mitra strategis lainnya untuk mengembangkan solusi Bersama yang relevan. Semangatnya adalah mempertemukan pembelajaran, advokasi, dan praktik baik dalam satu ekosistem kolaboratif.

Menghadapi situasi tersebut, Klaster Pendidikan PFI telah merumuskan prioritas strategis yang terstruktur dan berbasis agenda bersama. Workplan klaster 2026 memfokuskan agenda utama pada: pemetaan profil dan portofolio program, PSS Ngopi Pendidikan Indonesia, matching fund program pendidikan, forum portofolio isu seperti literasi, STEM, dan co-funding, diseminasi policy brief, serta penguatan Philanthropy Learning Center. Rangkaian kampanye dan forum pembelajaran direncanakan sepanjang 2026-2027 untuk membangun kesadaran dan mendorong aksi kolektif. Kegiatan mencakup PSS Ngopi Pendidikan, Philanthropy Showcase mingguan dan peringatan hari-hari besar nasional yang terkait dengan Pendidikan. Selain iti, Klaster juga menginisiasi penyusunan policy brief dan kajian dampak filantropi, serta mendorong kolaborasi pengukuran dampak filantropi di sektor pendidikan.

Sebagai bagian dari transformasi PFI menuju Philanthropy Hub Indonesia, Klaster Pendidikan berfungsi sebagai jantung dan mesin utama organisasi dalam membangun budaya filantropi yang kolaboratif, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada dampak. Klaster ini memastikan filantropi Indonesia tidak hanya berkontribusi pada perbaikan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

PFI mengajak seluruh anggota dan mitra untuk menjadikan kolaborasi sebagai budaya, inovasi sebagai kebiasaan, dan dampak sebagai tujuan bersama. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan kolektif, Klaster Pendidikan akan menjadi penggerak lahirnya solusi, praktik baik, dan perubahan yang lebih besar bagi Indonesia.

Share:

Recomended News

PLF 71
PFI Dukung Peluncuran WINGS Asia-Pacific Working Group: Memperkuat Ekosistem Filantropi Kawasan
IMG_1519
Multi-Stakeholder Forum (MSF) Aliansi Filantropi Rumuskan Kerangka Program Iklim dan Lingkungan Hidup untuk Penguatan Ketahanan Desa
Foto Kabar PSS STI
Operasi Sumbing Bibir Saat Pandemi COVID-19, Mungkinkah?

News Update

geralt-world-childrens-day-520272
Membangun Human Capital Indonesia Dimulai dari Investasi pada Anak 
Tax Credit Dorong Kepatuhan Berzakat dan Penyaluran Terorganisir
Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI)
Get the latest news and updates from us.

Take small steps to inspire change