Jakarta, 18 Juni 2026 – Perhimpunan Filantropi Indonesia menyelenggarakan Town Hall Platform sebagai forum sosialisasi dan dialog bersama anggota PFI terkait implementasi dari ketiga Platform PFI, yaitu Philanthropy Directory, Philanthropy Impact, and Philanthropy Learning. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan perkembangan platform, memberikan panduan penggunaan Platform PFI, serta menghimpun masukan dari anggota guna memastikan pengembangan platform tetap relevan dengan kebutuhan ekosistem filantropi Indonesia. Town Hall dibuka dengan paparan mengenai perkembangan Platform PFI yang disampaikan oleh Rully Amrullah selaku Plt. Direktur Eksekutif PFI. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Platform PFI telah memasuki fase pemanfaatan awal sebagai infrastruktur digital yang mendukung pengelolaan data kelembagaan, pemetaan program, serta penguatan visibilitas kontribusi filantropi di Indonesia.
Selain pemaparan mengenai perkembangan Platform PFI, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai pengenalan fitur-fitur utama platform yang dapat dimanfaatkan oleh sesama anggota. Melalui forum ini, PFI kembali menegaskan bahwa keberhasilan Platform PFI tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada partisipasi aktif seluruh anggota dalam memperbarui data kelembagaan dan mendokumentasikan kontribusi program yang dijalankan. Data yang dikelola secara kolektif diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi sektor filantropi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Philanthropy Directory: Memperkuat Visibilitas, Kredibilitas, dan Transparansi Anggota Perhimpunan Filantropi Indonesia
Pada Town Hall, platform ini dijelaskan menjadi basis data profil lembaga anggota PFI yang menampilkan informasi kelembagaan secara terstandar, terverifikasi, dan mudah diakses sebagai sarana transparansi serta kolaborasi anggota. Saat ini, Philanthropy Directory telah menghimpun data profil dari 229 anggota yang sudah ditampilkan di platform. Selain menampilkan profil anggota, platform ini juga dilengkapi dengan fitur Connection Request yang dapat digunakan oleh anggota untuk membangun jejaring yang harapannya menjadi langkah awal untuk berkolaborasi antaranggota. Adapun fitur “Bergabung Menjadi Anggota” berisikan formulir akuisisi yang dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh calon anggota yang hendak mendaftarkan lembaganya menjadi anggota Perhimpunan Filantropi Indonesia.
Pada sesi dialog penguatan Platform PFI, Anggota Badan Pengurus PFI, Asteria Aritonang menekankan pentingnya pembaruan profil lembaga secara berkala oleh setiap anggota di Philanthropy Directory. Menurutnya, keberadaan lembaga dalam Philanthropy Directory tidak hanya meningkatkan visibilitas kepada calon donor dan mitra, tetapi juga memperkuat kredibilitas organisasi sebagai bagian dari ekosistem filantropi Indonesia.
Philanthropy Impact: Memetakan Kontribusi Kolektif Anggota PFI dalam Mendukung Pencapaian SDGs
Diperkenalkan sebagai wadah memvisualisasikan program anggota PFI terhadap SDGs, Philanthropy Impact ini juga berfungsi sebagai sistem integrasi data dan pemetaan dampak program anggota PFI untuk membangun Peta Dampak Filantropi Indonesia. Saat ini, telah terdokumentasi kurang lebih 1.097 program dari anggota PFI yang tersebar di 338 titik daerah intervensi di berbagai wilayah di Indonesia. Platform ini dilengkapi dengan fitur pemetaan berbasis lokasi yang memungkinkan pengguna melihat sebaran program hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, tersedia pula fitur filter berdasarkan tujuan SDGs dan wilayah intervensi sehingga pengguna dapat melakukan pencarian informasi secara lebih spesifik. Visualisasi kontribusi anggota ini diharapkan mampu membantu anggota dalam mengidentifikasi area program, melihat konsentrasi program, serta menemukan peluang sinergi dengan anggota lain yang memiliki fokus atau wilayah intervensi yang serupa.
Terkait Philanthropy Impact, Ahmad Zakky Habibie selaku Anggota Badan Pengurus PFI menyoroti bahwa platform ini dapat menjadi referensi penting bagi lembaga dalam mengidentifikasi wilayah kerja lembaga lain, sehingga mampu mengurangi potensi tumpang tindih program juga membuka peluang kolaborasi berdasarkan kesamaan wilayah, fokus program, sasaran program, serta keahlian yang dimiliki masing-masing lembaga.
Philanthropy Learning: Membangun Ruang Belajar untuk Meningkatkan Kapasitas Ekosistem Filantropi
Selain memperkenalkan Philanthropy Directory and Impact saat Town Hall, PFI juga memperkenalkan Philanthropy Learning yang masih dalam tahap pengembangan. Philanthropy Learning adalah sebuah platform pembelajaran digital yang dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi anggota untuk memperkuat kapasitas organisasi, membangun standar pengetahuan, serta mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik baik filantropi Indonesia secara berkelanjutan. Melalui platform ini, anggota nantinya dapat mengakses berbagai modul pembelajaran, materi pengembangan kapasitas, serta referensi praktik baik yang relevan dengan kebutuhan organisasi filantropi. Pada peluncuran awal, Philanthropy Learning akan meluncurkan 6 modul pembuka, meliputi Ekosistem Filantropi Indonesia dan Peran Anggota PFI, Kode Etik Filantropi Indonesia (KEFI) dan Pedoman Majelis Etik, Desain Program Filantropi Berbasis Kebutuhan dan Dampak, Mobilisasi Sumber Daya dan Penggalangan Dana Berkelanjutan, Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran untuk Pengelolaan Program yang Adaptif, serta Pengukuran Dampak dan Nilai Sosial Program (SROI).
Dalam sesi diskusi, Novi Meyanto, Anggota Badan Pengurus PFI, menyampaikan bahwa tantangan utama Philanthropy Learning bukan hanya pada ketersediaan materi, tetapi juga membangun budaya belajar di kalangan anggota. Oleh karena itu, materi pembelajaran diharapkan dapat dikemas dalam format yang lebih ringkas juga mudah diakses, seperti video singkat atau microlearning. Pada akhir pernyataannya, Novi juga mengajak anggota untuk turut berkontribusi membagikan pengalaman dan praktik baik sebagai bagian dari penguatan budaya belajar bersama.
Tata Kelola Platform PFI untuk Mendukung Pengelolaan Data yang Berkelanjutan
Sebelum Town Hall berakhir, Mohamad Sulthan selaku Tim Platform PFI juga memaparkan tata kelola penggunaan Platform PFI, mulai dari mekanisme penunjukkan Admin Lembaga hingga alur pengelolaan data pada platform. Setiap lembaga diminta menunjuk satu orang Admin Lembaga yang bertanggung jawab mengelola akun, memperbarui data kelembagaan, serta menginput data program melalui dashboard Platform PFI. Peserta juga memperoleh panduan mengenai proses registrasi, pengisian data lembaga dan program, verifikasi oleh tim PFI, hingga publikasi data pada platform. Tata kelola ini diharapkan dapat memastikan data yang ditampilkan tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi pengembangan ekosistem filantropi yang berbasis data.
Melalui Town Hall Platform PFI, Perhimpunan Filantropi Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem filantropi yang lebih terhubung, transparan, dan kolaboratif melalui pemanfaatan teknologi digital. Keberhasilan platform ini tidak hanya ditentukan oleh pengembangan sistem, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh anggota dalam memperbarui data kelembagaan, mendokumentasikan program, serta berbagi pengetahuan dan praktik baik. Dengan semangat kolaborasi tersebut, Platform PFI diharapkan menjadi infrastruktur digital bersama yang mampu memperkuat layanan keanggotaan, meningkatkan visibilitas kontribusi sektor filantropi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.






