Peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya – Akselerasi Pengentasan Kemiskinan yang Terstruktur dan Berkelanjutan

Pada 12 Februari 2026, Kolaborasi Indonesia Berdaya secara resmi diluncurkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai gerakan multipihak untuk memperkuat ekosistem kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Acara ini merupakan hasil konsolidasi dan penguatan arsitektur kerja bersama dalam Multi-Stakeholder Forum (MSF) yang selama lebih dari satu tahun terakhir telah menyatukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, lembaga filantropi, hingga sektor swasta dalam merumuskan pendekatan pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Peluncuran ini mengangkat tema Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, mencerminkan semangat bersama untuk mengintegrasikan pengalaman panjang program pemberdayaan nasional dengan inovasi aksi kolaboratif yang nyata di lapangan.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi untuk menciptakan program yang tidak hanya efektif, tetapi juga tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa meskipun angka kemiskinan nasional menunjukkan tren penurunan, tantangan seperti munculnya kemiskinan baru akibat musibah dan ketergantungan pada bantuan masih menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, Indonesia Berdaya hadir sebagai kerangka kerja bersama yang menyatukan data, sumber daya, dan kapasitas lintas sektor guna mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem menuju target 0 persen serta mendorong penurunan kemiskinan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rizal Algamar selaku perwakilan dari Perhimpunan Filantropi Indonesia dan MSF menegaskan bahwa Indonesia Berdaya bukan sekadar peluncuran program, melainkan penegasan arah baru kolaborasi filantropi di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa selama ini banyak inisiatif kedermawanan yang telah berjalan dengan baik dan berdampak, namun masih tersebar dan belum terorkestrasi dalam satu kerangka bersama. Padahal, potensi sumber daya, jaringan, dan semangat gotong royong bangsa sangat besar apabila disatukan secara sistematis.

Pak Rizal menekankan bahwa MSF dibangun sebagai arsitektur kerja bersama, bukan sekadar forum koordinasi seremonial. Forum ini menghadirkan ekosistem yang menyatukan pemerintah, filantropi, sektor swasta, dan mitra pembangunan dalam satu kerangka aksi terpadu dengan enam prioritas strategis: pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, iklim dan lingkungan hidup, serta kampanye dan komunikasi.

Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan semata soal pemberian bantuan, tetapi pembangunan sistem yang memungkinkan keluarga keluar dari kerentanan secara berkelanjutan. Indonesia Berdaya dirancang untuk memastikan kesinambungan program, pendampingan yang terstruktur, serta konektivitas antarintervensi di tingkat desa. Dengan demikian, pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi menghasilkan perubahan yang nyata dan terukur.

Menutup sambutannya, Pak Rizal mengajak seluruh pihak untuk memandang momentum ini sebagai komitmen kolektif. Peluncuran di Masjid Istiqlal disebutnya sebagai simbol penguatan gerakan bersama bahwa pengentasan kemiskinan bukan tugas satu institusi, melainkan amanah bersama. Melalui kolaborasi yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, cita-cita Indonesia yang berdaya diyakini dapat diwujudkan

Bagikan:

Rekomendasi Berita

IMG_1230
Multi-Stakeholder Forum (MSF) Aliansi Filantropi Rumuskan Kerangka Program Pendidikan Desa yang Inklusif dan Berkelanjutan
Insentif Pajak NL 1508(1)
Insentif Pajak untuk Kegiatan Filantropi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
PLF 71 (2)
Workshop Filantropi Indonesia – Kementerian Kesehatan (KEMENKES): Menguatkan Kolaborasi untuk Pembangunan Kesehatan Nasional

Berita Terkini

Processed with VSCO with al1 preset
Ramadan Creative Gathering: Ruang Kreatif Reflektif untuk Isu Lingkungan
IMG_1931
Kolaborasi Filantropi Diperkuat untuk Percepat Eliminasi Malaria 2030
WhatsApp Image 2026-02-20 at 14.41
Kemenko PM Apresiasi Peran PFI dalam Penguatan Ekosistem Pengentasan Kemiskinan
Dapatkan berita dan informasi terbaru dari kami

Buat langkah kecil untuk bangkitkan perubahan