Siapa Kami

SEJARAH

Lahirnya Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) berawal dari prakarsa sejumlah individu dan lembaga/organisasi nirlaba yang sejak tahun 2003 merintis jaringan Prakarsa Penguatan Filantropi di Indonesia, dan telah sepakat untuk melanjutkan dan melembagakan kegiatan bersama mereka dalam suatu wadah perkumpulan yang bersifat nirlaba dan mandiri.

Tahun 2016, PFI melakukan perubahan terhadap brand organisasi menjadi ‘Filantropi Indonesia’. Hal ini untuk menghindari persepsi negatif yang ada mengenai perhimpunan atau paguyuban, serta mempermudah dan mempersingkat penyebutan nama. Logo Filantropi Indonesia yang baru menggambarkan relasi di antara tiga aktor filantropi di Indonesia, yaitu pemberi hibah (grant making), organisasi perantara (intermediary), dan pelaksana atau penerima hibah (implementing), yang dilambangkan dengan tiga lingkaran berbeda warna.

Filantropi Indonesia sendiri adalah lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan filantropi di Indonesia agar bisa berkontribusi dalam pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Filantropi Indonesia dimaksudkan untuk memajukan kepentingan para pelaku filantropi, baik yang berasal dari sektor pemberi, pengelola/penyalur/perantara, maupun penerima bantuan, atas dasar prinsip kemitraan, kesetaraan, keberagaman, keadilan, universalitas filantropi dan kebangsaan Indonesia.

Filantropi Indonesia BUKAN penyalur dana atau pemberi hibah, namun kami mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung perkembangan sektor filantropi di Indonesia.

Gagasan dari pendirian Filantropi Indonesia adalah:

  1. Bahwa menghargai, mencintai dan menolong sesama manusia telah menjadi naluri dasar setiap manusia sebagai makhluk sosial.  Semua ajaran agama pun menganjurkannya.  Dari khasanah kebudayaan berbagai suku dan kelompok masyarakat di Indonesia, kita juga belajar bahwa kedermawanan sosial atau filantropi, telah lama menjadi  unsur  perekat yang menjaga keutuhan dan keharmonisan suatu komunitas.
  2. Bahwa sebagian masyarakat di Indonesia telah mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa.  Namun disisi lain kesenjangan sosial dan ekonomi antar manusia dan antar komunitas juga semakin besar.
  3. Bahwa potret buram persoalan sosial dan lingkungan di Indonesia dewasa ini membutuhkan filantropi sebagai potensi yang ada pada diri manusia dan khususnya bangsa Indonesia, untuk ditransformasikan menjadi sesuatu yang lebih berarti.
  4. Bahwa upaya mengembangkan potensi filantropi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia tidak mungkin dilakukan oleh orang-perseorangan, maupun oleh satu dua kelompok atau organisasi saja.  Tantangan masalah yang terlalu besar, belum adanya infrastruktur kelembagaan dan kebijakan yang mendukung, semua itu mendorong perlu adanya usaha-usaha yang efektif dan terarah dari berbagai komponen pelaku dan pendukung filantropi di Indonesia untuk menghimpun, menyatukan dan memperkuat gerak langkah bersama masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan pembangunan sosial, kemanusiaan dan lingkungan di negeri ini.

VISI & MISI

Visi

Terciptanya solidaritas sejati di antara sesama bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan

Misi

Meningkatkan jumlah dan mutu filantropi di Indonesia sebagai sarana untuk memperkuat peran masyarakat sipil di tanah air dalam pembangunan sosial, kemanusiaan dan lingkungan melalui penguatan infrastruktur kelembagaan dan pengembangan ruang gerak filantropi dan sektor nirlaba.

 Tujuan

  1. Menjadi wahana komunikasi dan konsultasi para pelaku filantropi dalam menghadapi dan mencari solusi terhadap masalah-masalah sosial-kemanusiaan dan lingkungan di Indonesia.
  2. Menjadi wahana komunikasi dan konsultasi para pelaku filantropi dalam menghadapi dan mencari solusi terhadap masalah-masalah sosial-kemanusiaan dan lingkungan di Indonesia.
  3. Menumbuh kembangkan sifat, semangat dan etik filantropi/kedermawanan sosial di berbagai kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia melalui berbagai media dan sarana.
  4. Meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas dan transparansi organisasi nirlaba/pelaku filantropi.
  5. Menumbuhkan rasa saling percaya, solidaritas dan kerja sama yang sehat dan membangun di antara para pelaku dan lembaga filantropi di Indonesia.
  6. Menjadi mitra yang dipercaya oleh pemerintah dan sektor usaha dalam menjalankan pembangunan sosial-kemanusiaan dan lingkungan di tanah air.

PRINSIP-PRINSIP FILANTROPI

Pemberdayaan

Filantropi memberikan akses kepada warga masyarakat yang memerlukan sumberdaya agar mereka dapat meningkatkan kemandirian mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Keberagaman

Setiap pelaku filantropi menghargai keberagaman yang hidup dalam masyarakat: budaya, agama dan keyakinan, suku bangsa, cara pandang, dan lain-lain.

Keadilan gender

Filantropi yang dilaksanakan memperhatikan kebutuhan dan kecenderungan gender yang berbeda dan menempatkannya dalam perspektif kesetaraan.

Universal dan non-partisan

Filantropi tidak membeda-bedakan latar belakang penerima maupun pemberi dan dijaga agar tidak menjadi alat politik untuk kepentingan kelompok atau aliran tertentu.

 Kebangsaan

Kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan individu dan kelompok.

STRUKTUR ORGANISASI

BADAN PENGARAH:

KETUA BERSAMA:Erna WitoelarIndividu
KETUA BERSAMA:Franky WelirangIndividu
Anggota:Rerie Lestari MoerdijatYayasan Sukma
Uli PandjaitanYayasan DEL
Gita WirjawanAncora Foundation
Yani RodyatMedco Foundation
Jusman Syafii DjamalMatsushita Gobel Foundation
Theodore Permadi RachmatYayasan Para Sahabat
Omar S. AnwarIndividu
Natalia SubagyoNGO (TI)
Rikard BagunMedia (Kompas)
Haidar BagirIndividu

BADAN PENGAWAS:

KETUA:Ahmadi HadibrotoDirektur IFAC
Anggota:M.S. SembiringYayasan KEHATI
Sapto H. Sakti (alm.)The Nature Conservancy
Sri YantoIkatan Akuntan Indonesia (IAI)
Rika AnggrainiThe Body Shop Indonesia

BADAN PENGURUS:

KETUA:Timotheus Lesmana WanadjajaIndividu
Sekretaris:Suzanty SitorusIndividu
Bendahara:P. Soegiono D.Individu
Anggota:Nur AmaliaYayasan Pelangi
Titi SandariniCoca Cola Foundation

Divisi Organisasi dan Kemitraan:

KETUA:Sita SupomoIndividu
Anggota:Antonius Eddy SutedjaDana Kemanusiaan Kompas
Gino LatiefYayasan Mitra Mandiri Indonesia
Sihol AritonangTanoto Foundation
Indra Cahya UnoMien R Uno Foundation

Divisi Riset dan Pendidikan:

KETUA:Hamid AbidinPIRAC
Anggota:Rizky N. HamimIndividu
Maria Aniek WusariIndonesia untuk Kemanusiaan
Dody MuhadiForum Zakat

Divisi Advokasi dan Fasilitasi:

KETUA:Bivitri SusantiPSHK
Anggota:Tya AdhitamaDharma Bermakna Foundation
Fransisca FitriYappika
Linda Hoemar AbidinKoalisi Seni Indonesia
Kristianto SilalahiYayasan Daud Silalahi

Divisi Informasi dan Komunikasi:

KETUA:S.A.M. August HimmawanIndividu
Anggota:Esther SianiparIndividu
Rini T. WardhaniRonald McDonald House Charities
Lely SimatupangIndividu

STAF MANAJEMEN

Direktur Eksekutif:Hamid Abidin
Manajer Keanggotaan & Kemitraan:Hety A. Nurcahyarini
Manajer Keuangan & Administrasi:Soneta Ambarwati
Manajer Hubungan Internasional:Natasha Mayesta
Staf Dokumentasi Program:Retnaningtyas Dwi Hapsari
Staf Komunikasi Program:Aulia Tribuwana
Staf Keanggotaan & Kemitraan:Dinda Asgar
Staf Administrasi dan Keuangan:Ismail Mayadi