REGISTRASI
Di posting : 02 February 2018

Salah satu agenda kerja yang diamanatkan kepada Filantropi Indonesia (FI) adalah pelaksanaan Rapat Umum Anggota (RUA) yang dilaksanakan satu tahun sekali. Pada Selasa, 30 Januari 2018 bertempat di Ruang Danamas, Sinarmas Land Plaza Tower 2 lantai 39 dilaksanakan RUA Perhimpunan Filantropi Indonesia untuk laporan kerja tahun 2017. Dalam perkembangannya selama tahun 2017, FI telah melaksanakan berbagai program kerja baik dalam lingkup nasional maupun global. Semua kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut wajib dipertanggungjawabkan dalam RUA. Selain itu rapat ini juga bertujuan untuk memaparkan rencana kerja organisasi pada tahun 2018.

RUA dapat dinyatakan sah apabila kehadiran forum telah memenuhi kuota. Hingga akhir tahun 2017 telah tercatat bahwa jumlah anggota ada 97, terdiri dari anggota organisasi 50, anggota individu termasuk pendiri ada 47. Sementara dalam RUA kali ini jumlah anggota yang hadir dan memberikan proxy sudah memenuhi syarat kuorum, sehingga RUA 2017 dapat dinyatakan legal.

Rapat dimulai dengan mengumumkan anggota baru yang masuk pada tahun 2017, ada total 14 organisasi yang bergabung dan disahkan oleh peserta RUA. Mereka adalah Baznas, Islamic Relief Indonesia, Lab. Kewirausahaan Sosial dan Filantropi Islam UHAMKA, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Pos Keadilan Peduli Umat, Ronald Mc Donald House Charity, Yayasan Haji Kalla, Yayasan Institute Danone Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Wadah Titian Harapan, NU Care LazisNU, YMWK, Yayasan Bina Swadaya dan Water.org.

Selain itu Direktur Eksekutif FI juga menyampaikan adanya beberapa pengurus yang mengundurkan diri dan wafat yaitu Alm. Bapak Sapto, Bapak Dody Muhadi karena sudah tidak aktif di FOZ, Bapak M. Thoriq Helmi karena sudah tidak bekerja lagi di Dompet Dhuafa, dan Bapak Benediktus Bayu Jiwoadi yang sudah tidak lagi di Rumah Faye.

Melanjutkan semangat dari tahun sebelumnya, program kerja FI tahun 2018 akan banyak fokus pada pengembangan Klaster Filantropi. Di tahun 2017 FI telah menginisiasi tiga Klaster yaitu Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan, Klaster Zakat on SDGs, dan Klaster Filantropi Perkotaan dan Permukiman. Tahun ini direncanakan FI akan memfasilitasi pembentukan 5 klaster yaitu Klaster Filantropi Perempuan, Klaster Filantropi Lingkungan dan Konservasi, Klaster Filantropi Pangan dan Nutrisi, Klaster Filantropi Digital dan Millennial, dan Klaster Filantropi Disapora.

Tak lupa Pak Timotheus Lesmana selaku Ketua Badan Pengurus mengumumkan bahwa di bulan Oktober 2018, FI akan kembali mengadakan Indonesia Philanthropy Festival (IPFest) yang merupakan ajang konferensi, pameran dan kemitraan terbesar di Indonesia. Berkaca pada kesuksesan IPFest pertama tahun 2016 yang mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat, maka IPFest 2018 diharapkan dapat mengajak berbagai actor dan lembaga filantropi se-Asia. Tujuannya agar tercipta kemitraan yang lebih luas antara lembaga filantropi dan stakeholder dalam pelaksanaan SDGs.

Banyak masukan dan saran dari peserta RUA yang hadir terkait keanggotaan, diversifikasi sumber dana FI, program klaster, dst. Hal ini menunjukkan antusiasme dari para pelaku filantropi masih sangat tinggi sehingga menjadi tantangan bagi Filantropi Indonesia sebagai asosiasi/perhimpunan untuk mengakomodasi dan memfasilitasi berbagai suara dari anggota tersebut. RUA 2017-2018 pun ditutup dengan foto bersama dan berjejaring antar peserta. Sampai berjumpa di RUA selanjutnya!

Sumber : Internal